Senin, 01 Februari 2016

School 2016 -Story Of Class D- [ PART 1 ]

SCHOOL 2016
-Story Of Class D-

Cast : All of class D family ’16, Teacher of Smp 1 Sedayu and other.
Genre : School Life, Romance, friendship, etc.
Lenght : Multi Part
Sebagian Besar cerita ini hanya khayalan penulis. Jika kesalahan pada cerita atau perbedaan cerita mohon maaf. Beberapa dari cerita ini berdasarkan cerita nyata.

_
_
_
_
PART 1

Juni 2013
Hari pertama masuk Smp, menegangkan dan mendebarkan. Semua yang kami rasakan sangat berbeda dari masa-masa SD kami. Pertama penentuan kelas lalu perkenalan dengan teman baru. Banyak hal-hal lucu saat masa perkenalan dengan teman-teman baru.
~ Icha dan Isti ~
“Hai!” kata seorang cewek berkerudung pada Icha. Setelah pemilihan kelas murid kelas D diminta berbaris di samping aula selagi menunggu murid lain di panggil
“Hai, juga.” Kata Icha.
“Nanti dikelas kita jejer ya...” ucap Isti, cewek berkerudung dengan bulu mata yang sangat lentik.

“Iya” jawab Icha.
Sesampainya di kelas Icha dan Isti duduk di baris ke-3 di deret dekat pintu.
“Oh ya, tadi kita belum kenalan kan? Namaku Isti, namamu siapa?” tanya Isti pada Icha.
“Namaku Ijah” jawab Icha kurang jelas. ‘Namanya Ijah? Namanya agak aneh’ batin Isti.

Sehari setelahnya adalah hari pertama MOS. Para peserta MOS diminta untuk mengenakan tanda pengenal dengan didadanya masing-masing, dan kelas D mendapat warna kuning.
Saat Isti melihat tanda nama Icha, Isti baru sadar kalau teman yang duduk disebelahnya itu bukan “Ijah” tapi “Dwanicha” alias Icha.
Bukan hanya Isti yang salah mengerti nama teman disebalnya, tapi ada juga Via dan Indy.

~ Via dan Indy ~
Saat pertama kali masuk kelas Indy mencari-cari tempat duduk mana yang mau ia duduki. Indy belum kenal dengan salah satu teman pun di kelasnya yang baru, yang dia kenal hanya Rizki Arif teman sewaktu SD Indy.
Saat melihat baris paling depan Indy melihat salah satu anak cewek yang duduk sendiri. Indy menghampiri teman barunya itu.
“Aku boleh duduk disini gak?” tanya Indy mendekat ke cewek itu.
“Boleh duduk ajah.” Kata cewek itu. Indy yang senang akhirnya dapat tempat duduk langsung saja menjatuhkan tas nya di kursi sebelah cewek tadi.
“Namamu siapa?” tanya cewek itu.
“Namaku Indy, namamu?” kata Indy.
“Namaku Via.” Jawab Via kurang jelas.
“Oh.....” kata Indy. ‘Tadi namanya siapa, ya? Dia ngomongnya gak jelas. Vi...vi... siapa? Iva? Ifi? Ife? Ipeh /? Avi? Ah biar lah nanti aku panggilnya kamu, kamu ajh’ batin Indy.
-Skip hari pertama MOS-
Setelah melihat name tag Via itu. ‘Oh, namanya Alivia.’ Batin Indy. –Abaikan Indy yang Bolot-

Mos berlangsung selama 3 hari. Seluruh peserta Mos di dampingi kakak-kakak kelas dan Guru-Guru akan melaksanakan kegiatan Mos. Kegiatan Mos tidak se ekstrim bayangan peserta Mos. Hanya sedikit pendampingan dari kakak-kakak kelas yang akhirnya mambentuk kepengurusan masing-masing kelas. Kelas D sedang melakukan pemilihan ketua kelas. Calon-calonnya ada Fio, Abbe dan Dhoni. Dan yang lolos menjadi ketua kelas adala Dhoni, yang katanya mukanya paling ganteng diantara mereka ber-2.
Kegiatan Mos bukan hanya itu saja, kelas D diajak oleh Bapak Sukendar guru Bhs. Inggris –yang kelihatan galak- keliling-liling areal SMP 1 Sedayu. Pak Sukendar juga meminta murid-murid kelas D untuk mengingat-ingat letak setiap ruangan. Dan setelah kembali lagi ke kelas Pak Sukendar meminta murid-murid kelas D membuat denah SMP 1 Sedayu. Hampir seluruh kelas bingung karena tidak hafal ruangan-ruangan yang tadi dijelaskan Pak Sukendar dan beberapa hanya mengambar asal.
Itulah masa-masa pertama masuk SMP tahun 2013. Setelah beberapa waktu bersama di satu kelas, beberapa di antara mereka sudah akrab satu sama lain. Bahkan ada yang sudah pacaran sembunyi-sembunyi lewat facebook. Riwal dan Icha. Mereka ber-2 berkenalan lewat facebook dan tidak lama kemudian jadian, tidak ada yang tau hubungan Riwal dan Icha.
Bukan hanya Icha dan Riwal, dikelas D ada juga yang suka sama seseorang. Nisa dan Isti suka satu orang yang sama yaitu Dhoni.
“Cak!” panggil Isti.
“Apa?” jawab Icha.
“Aku tu suka sama Dhoni e... Dhoni udah punya pacar belum ya?” tanya Isti.
“Hah? Dhoni? Ketua kelas?” tanya Icha heran. Isti hanya mengangguk mengiyakan.
“Aku juga gak tau, Is. Coba kamu minta no.nya aja.” Saran Icha.
Sejak saat itu Isti selalu caper sama Dhoni, dan Isti coba minta no hp Dhoni. Tapi masih ada kendala buat Isti deket sama Dhoni, karena Isti ‘Anak Pondok Pesantren ’ Isti gak punya hp sendiri, alhasil Isti harus titip no.nya di hp Arel. Cewek berkacamata yang pengemar fanatik EXO BoyBand dari Korea selatan, ._.v Arel duduk di bangku depan Isti dan Icha. Tapi ternyata ada yang cemburu sama kedekatan Isti dan Dhoni. Annisa. Dia cewek lucu yang duduk di bangku sebelah kiri Via dan Indy. Nisa ternyata juga suka sama Dhoni. Oke, lupakan sejenak Nisa, Isti dan Dhoni.
Setelah beberapa waktu hubungan Icha dan Riwal sudah tersebar ke seluruh kelas. Tapi belum genap sebulan usia hubungan Icha dan Riwal sudah harus berakhir, karena Icha merasa tidak bisa lagi berhubungan dengan Riwal. Sekarang Icha malah sedang dekat dengan Suryo. Mereka berdua sering lempar-lemparan surat satu sama lain. Icha sering tanya-tanya Dwi yang sudah kenal Suryo dari kecil.
Akan tetapi hubungan Icha dan Suryo tidak ada titik terang. Icha dengan setia menunggu Suryo menembaknya, tapi Suryo tidak segera mengungkapkan perasaanya. Dan lama kelamaan Icha sadar ternyata Suryo hanya memPHPnya.


~ Kembali ke Nisa, Isti dan Dhoni ~
Nisa dan Isti masih saling berlomba untuk mendapatkan perhatian Dhoni. Isti yang terus-terusan meneror Dhoni dan tidak mengaku kalau Isti yang sebenarnya meneror Dhoni, dan Nisa yang hanya mencari-cari perhatian dan mengawasi Dhoni dari kejauhan.
Tapi beberapa waktu kemudian terdengar kabar kalau Dhoni sedang dekat dengan murid kelas G bernama Rahma. Kabar itu membuat Isti dan Nisa patah hati dan sedih. Merasa bodoh karena mereka berdua sempat bermusuhan satu sama lain hanya untuk mendapatkan perhatian cowok yang tidak peka. Setelah kejadian itu Isti dan Nisa kerap kali menyindir-nyindir Dhoni, dengan di dukung teman-teman Isti dan Nisa –Icha, Arel, Dwi dan Salma- mereka semua bergrilya menyindir Dhoni habis-habisan dengan kata-kata “Penyihir berhati kejam”, “Penyihir gelap” , “Iblis hitam”, dll. Karena kejadian itu Isti dan Nisa mulai bersahabat dekat.
Setelah merasakan tersakiti Dhoni, Nisa dan Isti mencari seseorang lain yang bisa menyembuhkan rasa sakit akibat Dhoni. Nisa sekarang lebih sering manggoda cowok-cowok dikelas, seperti Ryan dan Afnan. Sedangkan Isti lebih sering meneror cowok-cowok, bahkan banyak cowok dari kelas lain yang jadi korban Isti. Dengan bermodalkan Hp Arel, Isti semakin sering meneror cowok-cowok dan Arel dengan senang hati membantu Isti untuk membalas cowok-cowok yang Isti teror dengan intruksi Isti.
Icha yang juga sudah tersakiti oleh Suryo juga sudah mendapat seseorang lain yang bisa mengobati hatinya. Loveandre Fauzi, anak kelas C yang kelasnya tepat disebelah kelas D. Icha bilang Icha sudah kenal dengan Uzik sejak SD, dan ternyata Uzik adalah teman les Icha sewaktu SD. Hubungan Icha dan Uzik sejauh itu cukup baik.

UTS 1 TH 2013
UTS pertama di SMP sangat berbeda dengan sewaktu di SD. Yang biasanya hanya duduk dengan teman sekelas, sekarang murid-murid harus duduk dengan murid dari angkatan yang berbeda dan sudah ditetukan pula.
Pada hari pertama UTS murid kelas 7D masih takut-takut dan mengerjakan ujian secara mandiri. –belum ada yang mencontek- Tapi melihat kelakuan kakak-kakak kelasnya yang dengan terang-terangan saling tukar-menukar jawaban, murid-murid kelas 7D mulai mengikuti jejak kakak-kakak kelasnya.
Hari kedua ujian beberapa mulai saling tukar menukar jawaban. Dan sudah menjadi kebiasaan mereka setelah beberapa hari. Suatu hari murid kelas 7D sedang melakukan ujian matetatika dan seperti biasa mererka saling tukar menukar jawaban dengan kode tangan. Tapi mereka juga mendapat soal esay dan soal esay tidak bisa mengunakan kode tanggan, dan akhirnya mereka saling tukar menukar kertas yang berisi jawaban. Tapi hari itu hari yang kurang beruntung untuk mereka.
“Rel, Arel!” panggil Nisa yang duduk dibelakang Arel dengan suara lirih. Arel menoleh sedikit ke Nisa. Dengan cepat Nisa menyodorkan kertas kepada Arel dengan mengkode Arel untuk memberikannya ke pada Dhoni yang ada didepan Arel. Dengan cepat Arel juga mengambil kertas itu dan langsung memberikannya pada Dhoni. Sejauh ini kegiatan transaksi mereka ber-3 masih aman.
Setelah beberapa saat Dhoni mengembalikan kertas itu ke Arel dan Arel langsung menyalurkan ke Nisa. Sialnya, ternyata ada guru yang sedang berdiri di depan pintu dan tidak sengaja melihat tanggan Arel yang sedang memberikan kertas ke Nisa.
“Eh! Eh! Mbak, ngapain itu?” tanya Ibu Guru itu. Arel yang kebingungan malah tidak sengaja mengangkat tanggannya, alhasil kertas itu terlihat jelas dimata Bu Supri. Dengan cepat Bu Supri mengambil kertas itu dan melihat isinya yang bertuliskan. ‘Nomer 41, 41, 45 piye cara ne?’
“Apa ini Mbak?” tanya Bu Supri pada Arel.
“Itu punya Nisa bu, saya cuma nyalurin.” Ucap Arel menunjuk Nisa.
“Mbak Nisa? Ini apa Mbak?” tanya Bu Supri.
“Saya nanya caranya ke Dhoni, Bu.” Ucap Nisa.
“Gak, boleh ya tanya-tanya sama temennya kayak gini. Masih kelas 7 kok sudah berani nyontek! Ini pasti didikannya dari Sdnya gak bener! Kertasnya saya ambil. Yang lain kerjakan sediri-sendiri!” kata Bu Supri mulai pergi. Sebenarnya bukan didikan dari SD yang salah, tapi didikan dari kakak-kakak kelasnya yang mencontohkan yang sesat.


TBC........
N/B : Gaya penulisan mirip penulisan FanFiction, yang gak tau FanFiction maaf ya. Fanfiction itu bacaan anak Kpopers, yang biasanya castnya member dari salah satu boyband korea. Fanfiction bukan hanya ada di Indonesia, tapi ini makan sehari-hari buat anak-anak Kpopers diseluruh Dunia. Heheheh........